Salam sejahtera Bapak Presiden,
Belum
juga hilang dari ingatan tentang kasus Sandy dan Randy, si bocah
perokok, tiba-tiba kita dihentakkan lagi dengan kisah tragis seorang
bocah bernama Ilham. Seperti diberitakan kompas.com,
bocah berumur 8 tahun warga Kampung Karawang Girang, Desa Karawang,
Sukabumi, Jawa Barat, ini sudah mulai merokok sejak umur empat tahun!. Saat
ini, dia bahkan bisa menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari.
Keprihatinan makin lengkap manakala Ilham tak mau lagi bersekolah.
Hari-harinya hanya dihabiskan dengan merokok dan bermain saja. Sungguh
miris mendengarnya.
Lantas
kasus demikian apakah kesalahan akan ditimpakan pada keluarga si anak
semata? Atau kepada masyarakat sekitarnya? Oh, tidak bisa. Justru
kesalahan mendasar terletak di pundak Anda sebagai pemimpin Negara ini.
Sebagai pemimpin Negara, Bapak Presiden telah lalai dan abai melindungi
warga negaranya (termasuk Ilham) dari dampak buruk produk tembakau
(rokok). Ketiadan regulasi yang mengendalikan produk-produk tembakau
telah menasbihkan Negara kita sebagai Negara “asbak”.