Tampilkan postingan dengan label Kompasiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompasiana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden

Salam sejahtera Bapak Presiden,
Belum juga hilang dari ingatan tentang kasus Sandy dan Randy, si bocah perokok, tiba-tiba kita dihentakkan lagi dengan kisah tragis seorang bocah bernama Ilham. Seperti diberitakan kompas.com, bocah berumur 8 tahun warga Kampung Karawang Girang, Desa Karawang, Sukabumi, Jawa Barat, ini sudah mulai merokok sejak umur empat tahun!. Saat ini, dia bahkan bisa menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari. Keprihatinan makin lengkap manakala Ilham tak mau lagi bersekolah. Hari-harinya hanya dihabiskan dengan merokok dan bermain saja. Sungguh miris mendengarnya.
Lantas kasus demikian apakah kesalahan akan ditimpakan pada keluarga si anak semata? Atau kepada masyarakat sekitarnya? Oh, tidak bisa. Justru kesalahan mendasar terletak di pundak Anda sebagai pemimpin Negara ini. Sebagai pemimpin Negara, Bapak Presiden telah lalai dan abai melindungi warga negaranya (termasuk Ilham) dari dampak buruk produk tembakau (rokok). Ketiadan regulasi yang mengendalikan produk-produk tembakau telah menasbihkan Negara kita sebagai Negara “asbak”.

Kamis, 08 Maret 2012

Bantu Kami Hentikan Jual Beli Organ Ginjal


13311808691567656492Manusia dikaruniai oleh yang Maha Kuasa dua buah ginjal yang bekerja secara sempurna menyaring kotoran-kotoran dalam darah, menjaga tekanan darah tetap normal, dan berperan dalam pembentukan hemoglobin darah. Hebatnya lagi kesempurnaan fungsi ginjal tetap terjaga walau hanya satu ginjal yang berfungsi. Entah apa maksud Tuhan dengan pemberianNya itu.
Sementara ketika seorang mengalami masalah dengan ginjal, dan akhirnya kedua ginjalnya tidak dapat lagi berfungsi (disebut gagal ginjal kronis) maka tidak ada pilihan bagi orang tersebut untuk mengambil salah satu dari pilhan: hemodialisa (cuci darah lewat mesin), CAPD (cuci darah lewat perut), dan menjalani transplantasi ginjal.Pilihan pertama dan kedua lebih untuk mempertahankan kehidupan dan perlu penatakelolaan diet, pengobatan  dan pola hidup untuk menggantikan seluruh fungsi ginjal yang sudah rusak. Pilihan ketiga merupakan pilihan yang lebih baik karena kualitas hidup yang bisa dikembalikan seperti sebelum gagal ginjal.