Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Perih


sesalku bawah sadar menjemput
dengan sebatang pena hitam raut
kudulang kata muram dalam gelap
ditepian waktu saat sempat mata bercerita sembab
membahasakan kekasih
yang telah kujadikan perih











                                                                  gambar dari: blog ini

***

aku belum lupa


seperti apa, aku belum lupa

bukan luka, lebih perih terasa

ketika kau pungut cerita

aksaraku kabur, kosakata remuk biru bilur

Kamis, 23 Februari 2012

Seringkali aku berkata

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Rabu, 22 Februari 2012

Ulang Tahun

membaca usia, bagai mengeja alif ba ta.
kau pun akan khatam, sampai di muara kelam. 
matahari gugur, senja demi senja terkubur. 
menyungkup waktu, di detak nadimu. 
seperti dedaun rontok dari pohonan menua, kau pun tinggal menghitung jejak sisa. 
memahat riwayat, hingga hidup sekarat. 
o,mari bergegas lekas, menuntas doa, sebelum segalanya lepas, merampas yang fana.

  Jkt. 220212
 



 
gambar dari: india-forums.com

Selasa, 21 Februari 2012

Memahami Kau Sebagai Rindu


Kali ini aku memahami kau sebagai bara rindu
meriap api penuh tungku
menjadi terang, tak ada samar di antara semesta rasa kita

Selesaikan saja nyala, sebab kisahkisah tak pernah punah
terbakarlah, cinta!
dan api boleh saja menjadikan kayu abu, namun kerinduan tetap terjaga di hangat ruang jeda kita




gambar dari : http://theletters.org/

Rabu, 18 Januari 2012

Akulah itu

Klik Show Untuk Membuka Spoiler
akulah fajar yang setiap jelang pagi selalu membakar ranjangmu, akulah cahaya yang setiap kali membukakan kelopak matamu, akulah yang menuntunmu melangkahkan kaki menuju gemericik air yang rindu tubuhmu. akulah itu yang tak pernah henti memandangmu agar engkau tak berpaling dariku. akulah kabut luruh, mengetuki pintumu setiap subuh, agar engkau terjaga dari lena, sebelum matahari bangkit, sebelum waktu menjadi sangit. akulah kabut pengembara yang santun menyapamu, akulah kabut yang tak letih menegurmu, agar engkau tak alpa kepadaku. akulah nyanyian yang selalu kaurindukan di sunyi malammalammu, akulah senandung yang senaniasa kaukangenkan di setiap jelang tidurmu, akulah itu yang setia mengusik lelap mimpimimpimu, akulah itu yang menyapamu setiap kali kau terjaga. akulah itu yang dekat tak teraba, yang jauh tak berjarak antara. gambar dari : shindevi.blogspot.com