Tampilkan postingan dengan label televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label televisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

Layak Tontonkah Televisi Kita?

Dibandingkan dengan media lain, televisi memiliki beberapa kelebihan. Diantara kelebihan tersebut karena media televisi dapat menyampaikan pesan pada pemirsanya dengan penggabungan antara suara, tulisan dan visualisasi bergerak yang tidak didapat di media lain. Maka tak mengherankakan bila dalam perkembangannya, menonton televisi bukan lagi sebuah keinginan, namun lebih dari itu telah menjadi kebutuhan.

Tetapi malang, ketika kebutuhan masyarakat akan televisi semakin tinggi, justru kita direcoki dengan tayangan yang bertentangan dengan akal sehat, tidak membumi, meninggalkan nilai-nilai edukatif, kekerasan dan bias gender. Sajian dari berbagai stasiun televisi di negeri ini, sebagian besar telah mengabaikan pada nilai-nilai dan budaya kesantunan. Mulai dari tayangan infotainment, acara hiburan, iklan sampai pada acara pemberitaan, acapkali menampilkan tayangan diluar kelayakan buat konsumsi publik, khususnya anak-anak.

Minggu, 01 April 2012

Anak-anak dan adiksi Televisi


 Sumber gambar: disini

Dewa, sebut saja begitu, anak kelas 1 SD di bilangan Jakarta Selatan meletakkan tas sekolahnya. Belum juga melepas baju dan sepatu, dia meraih remote control televisi. Klik, klik, dan berhenti di sebuah stasiun televisi swasta. Binar mata coklat terus tertuju di layar kaca, sementara sang ibu berusaha melepas baju seragamnya.
Kebiasaan ini agaknya sudah otomatis. Apakah Dewa sedang makan, bermain, mengerjakan tugas sekolah, hingga menjelang tidur, lebih banyak dikerjakan di depan televisi dalam keadan hidup. Dia lebih suka dirumah nonton televisi dibanding bermain dengan anak-anak sebaya. Sejenak saja dia meninggalkan televisi, kegelisahan begitu nampak di raut mukanya.
Dewa, dan mungkin juga kebanyakan anak-anak, dapat dikategorikan sebagai kecanduan televisi (TV addict). Bagi mereka, rasanya tak akan ada keceriaan tanpa televisi. Dalam beberapa kasus, kecanduan seperti ini bisa sama berpengaruh terhadap kesehatan dengan orang-orang yang teradiksi rokok maupun alkohol.