Jawablah dengan jujur; apakah Anda sering mencermati label produk pangan
kemasan ketika sedang berbelanja? Bisa dimaklumi jika Anda menjawab jarang atau
bahkan tidak pernah. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan harga, merek dan
masa kadaluarsa saja ketika membeli sebuah prouduk pangan kemasan. Ini di
perparah dengan bentuk tulisan label yang cenderung kecil, dan susah dibaca.
Namun sebaiknya Anda segera mengubah
kebiasaan tersebut. Banyak kasus gangguan kesehatan muncul justru bermula dari
kesalahan sendiri yang tidak membaca label kemasan. Keteledoran seperti ini
yang berujung pada tidak selektif memilih produk pangan kemasan.
Contohnya; muncul gangguan pencernaan pada balita karena memberi minuman
susu yang bukan peruntukan umurnya. Atau terlalu sering mengonsumsi minuman
energi mengakibatkan gangguan irama jantung, gangguan ginjal, hingga susah
tidur, yang diduga akibat asupan berlebih kafein dan taurin. Selain itu,
mengonsumsi produk olahan yang mengandung bahan pengawet secara rutin juga
tidak baik bagi kesehatan.
Label produk pangan kemasan merupakan sumber
informasi bagi konsumen tentang kondisi produk, yang dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan. Informasi tersebut diantaranya meliputi, komposisi dan
nilai gizi. Dari komposisi, konsumen dapat mengetahui bahan tambahan pangan apa
yang dikandung (pengawet, pemanis, pewarna, perisa, dan lain-lain). Sedangkan informasi
nilai gizi menjelaskan kandungan lemak, gula, karbohidrat, protein, vitamin, natrium
dan lain-lain. Label produk pangan kemasan juga menginformasikan tanggal
kadaluarsa, produsen, registrasi BPOM.
Membaca label, telah menjadi kebiasaan masyarakat negara-negara maju.
Bahkan Pemerintah-nya menyosialisasikan pola hidup sehat dengan anjuran membaca
label produk pangan kemasan setiap berbelanja. Takhayal, konsumen di
negara-negara maju lebih kritis dibanding konsumen negara berkembang dalam menyikapi
produk pangan kemasan. Complain habit (kebiasaan
mengadu) nya pun tergolong tinggi.
Benar bahwa suatu produk pangan yang dipasarkan,
mestinya telah diolah dan diproses mengikuti standar dan ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan, sehingga secara legalitas dapat menjamin kesehatan
konsumen sebagai pembeli. Namun, bagi konsumen aktif dan peduli terhadap
kesehatan tentunya lebih selektif dalam memilih produk yang lebih baik untuk
dikonsumsi. Apalagi bagi penderita gangguan kesehatan, seperti penderita maag,
diabetes, jantung, sudah semestinya lebih mawas diri dalam memilih suatu produk
pangan.
Jadi, mulai saat ini biasakanlah membaca label kemasan produk pangan.
Gambar dari: food.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar