Minggu, 25 November 2012

Biasakan Membaca Label



Jawablah dengan jujur; apakah Anda sering mencermati label produk pangan kemasan ketika sedang berbelanja? Bisa dimaklumi jika Anda menjawab jarang atau bahkan tidak pernah. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan harga, merek dan masa kadaluarsa saja ketika membeli sebuah prouduk pangan kemasan. Ini di perparah dengan bentuk tulisan label yang cenderung kecil, dan susah dibaca.
 Namun sebaiknya Anda segera mengubah kebiasaan tersebut. Banyak kasus gangguan kesehatan muncul justru bermula dari kesalahan sendiri yang tidak membaca label kemasan. Keteledoran seperti ini yang berujung pada tidak selektif memilih produk pangan kemasan.
Contohnya; muncul gangguan pencernaan pada balita karena memberi minuman susu yang bukan peruntukan umurnya. Atau terlalu sering mengonsumsi minuman energi mengakibatkan gangguan irama jantung, gangguan ginjal, hingga susah tidur, yang diduga akibat asupan berlebih kafein dan taurin. Selain itu, mengonsumsi produk olahan yang mengandung bahan pengawet secara rutin juga tidak baik bagi kesehatan.

Label produk pangan kemasan merupakan sumber informasi bagi konsumen tentang kondisi produk, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. Informasi tersebut diantaranya meliputi, komposisi dan nilai gizi. Dari komposisi, konsumen dapat mengetahui bahan tambahan pangan apa yang dikandung (pengawet, pemanis, pewarna, perisa, dan lain-lain). Sedangkan informasi nilai gizi menjelaskan kandungan lemak, gula, karbohidrat, protein, vitamin, natrium dan lain-lain. Label produk pangan kemasan juga menginformasikan tanggal kadaluarsa, produsen, registrasi BPOM.
Membaca label, telah menjadi kebiasaan masyarakat negara-negara maju. Bahkan Pemerintah-nya menyosialisasikan pola hidup sehat dengan anjuran membaca label produk pangan kemasan setiap berbelanja. Takhayal, konsumen di negara-negara maju lebih kritis dibanding konsumen negara berkembang dalam menyikapi produk pangan kemasan. Complain habit (kebiasaan mengadu) nya pun tergolong tinggi.
Benar bahwa suatu produk pangan yang dipasarkan, mestinya telah diolah dan diproses mengikuti standar dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga secara legalitas dapat menjamin kesehatan konsumen sebagai pembeli. Namun, bagi konsumen aktif dan peduli terhadap kesehatan tentunya lebih selektif dalam memilih produk yang lebih baik untuk dikonsumsi. Apalagi bagi penderita gangguan kesehatan, seperti penderita maag, diabetes, jantung, sudah semestinya lebih mawas diri dalam memilih suatu produk pangan.
Jadi, mulai saat ini biasakanlah membaca label kemasan produk pangan.



Gambar dari: food.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar